Silahkan kirim Disain Bus, truck, minibus 2D/3D, Artikel , Foto dan Inovasi Anda seputar Karoseri bus / truck kepada kami Disini
Home » , » Sejarah Klakson pada Kendaraan

Sejarah Klakson pada Kendaraan

Sejarah Klakson Pada kendaraan
contoh gambar klakson
Pada rubrik sejarah kali ini Karoseri Indonesia akan mengupas mengenai sejarah klakson. Siapa yang tidak mengenal klakson? Klakson adalah komponen yang ada di setiap produk otomotif. Secara morfologis, klakson berasal dari kata Yunani kuno yaitu klazo yang berarti menjerit. Sebutan klakson dapat berbeda di setiap negara. Di Rumania dan Belgia disebut claxon, sedangkan di Perancis disebut dengan nama Klaxon.
Klakson pertama kali ditemukan oleh Miller Reese Hutchinson, yang masih mempunyai hubungan saudara dengan Thomas Alfa Edison. Pertama kali klakson diaplikasikan pada sebuah mobil yaitu pada tahun 1908. Sumber tenaga dari klakson tersebut berasal dari sel baterai kering berdaya 6 volt . Pada tahun 1911 untuk pertama kalinya diperkenalkan arus listrik yang dapat diisi ulang menggunakan media sebuah baterai.
Klakson diciptakan sebagai tanda peringatan terhadap kendaraan lain dan sebagai alat identifikasi bagi orang/pihak lain untuk mengetahui kehadiran sebuah kendaraan. Tingkat kekerasan suara (loudness) setiap kendaraan berbeda, disesuaikan dengan besar kecilnya dimensi kendaraan. Kendaraan yang memiliki ukuran kecil, bunyi klakson akan kecil pula, sedangkan kendaraan yang memiliki bentuk yang besar akan memiliki bunyi klakson yang keras. kalau pada bus sudah ngerti kan ciri khas bunyi klaksonya "Tolelot' :D meski itu bukan standart bunyi klakson pada bus.

Sebuah klakson mobil dapat terdengar sebagai sebuah tanda. Banyak mobil mewah memiliki klakson yang terdengar halus sementara klakson pada kendaraan mobil ekonomi yang lebih tua mungkin terdengar cengeng. Hal ini juga dilakukan untuk membuat kendaraan lebih diidentifikasi kepada orang lain. Setiap moda transportasi memiliki ciri khas bunyi klakson masing-masing. Sebagai contoh, klakson pada kereta api tentu akan berbeda dengan klakson yang ada pada sebuah kapal laut maupun sebuah bus.

Untuk menghasilkan suara ketika klakson ditekan, elektromagnet digunakan untuk menyebabkan diafragma baja untuk bergerak. Getaran pada electromagnet dari diafragma bergerak menuju magnet. Ketika diafragma tersebut akan dipindahkan ke titik maksimum menuju magnet, koneksi dilepaskan, setalah diafragma sampai ke magnet,kemudian digunakan baja untuk memantulkan kembali geratan diafrgama dari elktromagnet. Siklus ini berulang merata dan menyebabkan diafragma untuk memutar bolak-balik menghasilkan suara klakson.

Nah jika artikel ini menarik silahkan like, komentar atau bagikan :)
Bagikan artikel :

0 komentar :

Posting Komentar

 
Support : Karoseri Indonesia | Twitter | Facebook
Copyright © 2013. KAROSERI INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
-->